Insomnia??

Assalamu’alaikum wr..wb..

Hy sobat jumpa lagi dengan saya edp, sudah siap dund untuk membaca postingan edp kali ini?? Yupz kali ini edp akan melanjutkan informasi kesehatan sesuai dengan janji edp di postingan sebelumnya yaitu tentang “Insomnia”, nama penyakit yang sering di alami baik orang muda ataupun orang tua. Apa sich sebenarnya penyebab dari insomnia / penyakit susah tidur?? Penasaran?? Sama edp juga JJ yuk kita baca sama-sama JJ





Insomnia adalah penyakit yang membuat sesesorang tidak bisa tidur atau susah tidur, biasanya menimpa pada orang yang sering melakukan pekerjaan berat, berlatar belakang kejiwaan / social yang buruk.

Gejala gangguan tidur oleh sebagian kalangan mengatakan bukanlah penyakit, akan tetapi hanya sebuah rambu-rambu bahwa penderita memiliki masalah psikis / penyakit fisik.

Dalam temuan para ahli setidaknya ada 4 faktor penyebab insomnia yakni perdisposisi psikologis, dan biologis, penggunaan obat-obatan dan alkohol, lingkungan yang mengganggu dan kebisaaan buruk.

Faktor psikologis dan biologis kadangkala dapat menyatu membentuk psikomatis, yakni persoalan psikologis yang berdampak biologis dan sebaliknya (psiko=kejiwaan; soma=tubuh) yang mengakibatkan munculnya insomnia. Disamping itu, sejumlah penyakit fisik juga menjadi aspek pencetus gangguan insomnia, misalnya asma, rematik, maag, ginjal dan thyroid.

Secara khusus, faktor psikologis memegang peran utama terhadap kecenderungan insomnia ini ini. Di sini faktor kecemasan, ketegangan dan ketidakpastian hidup menyebabkan gangguan insomnia.

Bagaimana dampak dari insomnia itu sendiri terhadap kesehatan?

Tentu saja gangguan insomnia akan memiliki dampak negative dalam kehidupan individu yang bersangkutan. Dampak utama yang akan langsung terasa adalah berkurangnya daya tahan tubuh sehingga berpeluang terhadap munculnya sejumlah penyakit. Sebab, tubuh manusia diciptakan sedemikian sempurnanya yang secara alamiah telah di atur sebuah metabolism fisik yang akan mempengaruhi kesehatan. Fisik dan mental seseorang akan sehat jika terdapat keteraturan antara terjaga dan tidur, jika tidak maka dapat menimbulkan berbagai penyakit.

Disamping itu, susah tidur akan berpengaruh terhadap stabilitas emosi sehingga mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini jika seseorang dalam lingkungan kerja, maka akan menurunkan tingkat motivasi, konsentrasi, ketelitian, kreativitas dan produktivitas kerjanya. Demikian juga terhadap aktivitas lainnya akan mengalami gangguan misalnya belajar mengajar menyelesaikan tugas dan interaksi social. Bahkan dampak insomnia ini akan memudahkan seseorang untuk menderita stress.

Bagaimana solusi dari insomnia??

Pada akhirnya, untuk menjawab kasus insomnia ada beberapa hal yang disarankan untuk dilakukan.

*      Penderita insomnia harus pergi ke dokter terlebih dahulu. Hal yang sangat penting untuk mendeteksi apakah yang bersangkutan memiliki gangguan penyakit fisik terhadap gangguan tidur. Sebagaimana dikatakan di atas bahwa terdapat penyakit fisik tertentu yang dapat menyebabkan gangguan insomnia. Jika demikian adanya maka pengobatan dilakukan dengan terapi fisik.

*      Jangan mudah menggunakan obat tidur tanpa berdasarkan anjuran Dokter. Jika hal ini dilakukan maka justru insomnia akan tetap terjadi. Dalam hal ini perlu diingat bahwa kalangan terapis justru senantiasa menghindari penggunaan obat-obatan. Sebab pemakaian obat tidur acapkali hanya sebagai pereda sementara, sehingga jika habis waktu berlakunya maka yang bersangkutan akan kembali menderita insomnia.

*      Hindari mengkonsumsi barang-barang terlarang, semacam minuman keras, narkotika dan sejenisnya. Sebab hal tersebut akan mengganggu fungsi organ tubuh dan persarafan secara normal.

*      Lakukan makan ataupun minum secara wajar dan baik dari kualitas, kuantitas  atupun waktunya. Hindari minum kopi saat menjelang jam tidur, sebab kopi mengandung unsure kafein sehingga merangsang saraf untuk sulit tidur. Hindari makan terlalu kenyang atau terlalu sedikit, karena hal tersebut akan menyebabkan perut merespon secara tidak normal.

*      Aturlah lingkungan kamar secara efektif dan efisien, termasuk lampu tidur yang memenuhi syarat. Sebab kondisi  lingkungan tertentu, semisal suara bising, lampu sangat terang, akan mengganggu konsentrasi tidur.

*      Jika penderita insomnia memang telah mengetajui bahwa penyebabnya adalah aneka problematika kehidupan maka selesaikanlah terlebih dahulu secara sempurna. Berpikirlah rasional bahwa “sepanjang hayat dikandung badan” manusai mesti memiliki problema. Hadapilah dan selesaikan permasalahan hidup secara proporsional secara penuh usaha, sabar dan tawakal.

*      Jika akan tidur maka lakukan niat yang kuat dan relaksasi fisik serileksnya.


Demikianlah pembahasan kali ini tentang insomnia J semoga para pembaca terhindar dari insomnia, dan bagi yang mengalami insomnia bisa segera pulih dan segera konsultasikan ke Dokter untuk menindak lanjuti atau terapi agar bisa kembali tidur dengan waktu normal sesuai kebutuhan tubuh kita.semoga pembahasan kali ini bermanfaat bagi pembaca dan bisa menghindari dari masalah insomnia J aamiin J terimakasih sudah meluangkan waktu untuk berkunjung ke blog edp dan membaca tulisan sederhana ini J dan edp berharap sobat tak bosan dengan tulisan yang edp posting J bye JJ
Read More »

Mengenal Vaksin Hepatitis

Assalamu’alaikum wr..wb..
Hy sobat edp, gimana masih semangat nggak untuk terus berkunjung ke blog edp JJ
Sekarang edp akan melanjutkan pembahasan kita tentang “Hepatitis” yaitu Mengenal Vaksin Hepatitis sebagaimana janji edp pada postingan sebelumnya. Oke sobat, mari kita lanjutkan pembahasan kali ini
JJ


Salah satu bentuk pencegahan timbulnya suatu penyakit adalah memberikan imunisasi / vaksinasi. Vaksinasi juga berlaku untuk penyakit hepatitis. Saat ini dikenal vaksin hepatitis yaitu vaksin hepatitis A dan vaksin hepatitis B dan vaksin untuk keduanya sekaligus.



Pertama kita akan membahas tentang Vaksin Hepatitis A sebagai berikut :

Apakah Vaksin Hepatitis A itu ?

Vaksin Hepatitis A adalah vaksin untuk mengatasi virus Hepatitis A. Vaksin ini mengandung virus hepatitis A yang non-aktif untuk memberi kekebalan terhadap kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh virus tersebut.

Bagaimana cara pemberian vaksin hepatitis A ?

Pemberiannya melalui injeksi ke jaringan otot (inta muscular) lengan atas pada orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas, serta pada paha untuk anak-anak di bawah 12 tahun.

Siapa saja yang perlu vaksin hepatitis A ?

Vaksin ini direkomendasikan untuk diberikan pada anak usia 12 – 23 bulan, homoseksual, pengguna obat terlarang, orang yang memiliki kelainan pada penggumpalan darah, orang yang berhubungan dengan hewan yang terinfeksi hepatitis A dan penderita hepatitis kronis.

Berapa dosis yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang optimal ?

Direkomendasikan untuk dua kali pemberian, pemberian yang kedua dilakukan maksimal enam bulan setelah pemberian pertama.

Berapa lama vaksin ini dapat melindungi kita ?

Jika dilakukan sebanyak dua kali, diperkirakan dapat melindungi setidaknya 25 tahun untuk orang dewasa, dan sekurang-kurangnya 14-20 tahun untuk anak-anak. Saat ini para ahli masih terus meneliti keefektifan vaksin ini.

Amankah vaksin ini ?

Sangat aman. Belum dilaporkan adanya efek samping yang serius sejak digunakan oleh jutaan orang sejak tahun 1995. Yang paling banyak ditemui adalah sakit pada tangan yang disuntik, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, demam dan lesu. Bisanya terjadi 3-5 hari setelah vaksinasi dan biasanya hanya berlangsung selama 1-2 hari. Selain itu juga dilaporkan adanya reaksi alergi (sangat jarang terjadi), yang biasa terjadi beberapa menit sampai beberapa jam setelah vaksinasi.

Seberapa efektifkah vaksin ini ?

Sangat efektif, terutama setelah dua kali pemberian. Setelah pemberian pertama, setidaknya 94-100 orang mendapatkan kekebalan untuk jangka pendek.

Kepada siapa vaksin hepatitis A tidak diberikan ?

Orang yang mengalami alergi yang serius dengan vaksin / bagian dari vaksin ini dan orang yang sedang menderita penyakit akut yang parah / menengah, sebaiknya menunggu sampai kondisi membaik.

Bolehkah vaksin ini diberikan untuk wanita hamil ?

Belum ada penelitian mendalam tentang hal ini, namun Karena vaksin ini dibuat dari virus hepatitis A yang tidak aktif, sehingga resiko terhadap janin kecil.

Selanjutnya tentang Vaksin Hepatitis B sebagai beikut :

Apakah Vaksin Hepatitis B itu ?

Vaksin hepatitis B adalah untuk pencegahan infeksi virus hepatitis B. vaksin ini mengandung kandungan protein dari virus hepatitis B, yaitu hepatitis B surface Antigen (HBsAg). Setelah 3 kali pemberian, antibody terhadap HBsAg terbentuk dalam peredaran darah. Antibody ini dikenal dengan anti-HBsAg. Antibody ini dan system kekebelan tubuh memberikan kekebalan terhadap infeksi virus hepatitis B.

Bagaimana perkembangan vaksin hepatitis B ?

Vaksin ini pada awalnya dibuat dari plasma pasien penderita hepatits B kronis. Akan tetapi, vaksin yang ada sekarang ini digunakan di Amerika Serikat dibuat menggunakan RECOMBINANT DNA technology. Keduanya dianggap memiliki efektifitas yang sama.
Karena infeksi virus hepatitis B juga merupakan pencegah kanker. Menurut Centers for Disese Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, vaksin hepatitis B merupakan vaksin anti kanker yang pertama.

Siapa saja yang mendapatkan vaksin ini ?

Bayi yang baru lahir dan ibu pengidap virus hepatitis B disarankan untuk mendapatkan vaksin ini guna mencegah penularan dari sang ibu. Paling lama 2x24 jam setelah lahir, bayi divaksinasi dengan hepatitis B surface antigen (HBsAg) dan disuntikkan hepatitis B immune globulin (HBIG).

Bagaimana cara mengetahui vaksin itu bereaksi ?

Pemeriksaan darah dilakukan setelah 1-4 bulan untuk melihat apakah reaksinya sudah cukup memadai. Apabila tingkat antibody antara 10 and 100 mlU/ml maka dinilai reaksinya kurang baik, karena reaski yang baik apabila level antibody di atas 100 mlU/ml. jika reaksinya kurang baik seharusnya dilakukan vaksinasi kembali tanpa harus melakukan pemeriksaan darah kembali.

Untuk orang-orang gagal merespon (level antibodinya adalah dibawah 10 mlU/ml) harus dilakukan tes kembali, kemudian akan dilakukan pengulangan vaksinasi diikuti dengan pemeriksaan kembali 1-4 bulan setelahnya.

Apabila masih tidak merespon, akan diberikan vaksin dengan dosis tinggi. Untuk yang masih gagal merespon vaksin ini maka HBIG dibutuhkan jika sudah Nampak adanya virus hepatitis B di tubuhnya.

Mengapa bisa terjadi respon buruk ?

Respon yang buruk biasa terjadi pada orang dengan usia 40 tahun atau menderita obesitas, merokok dan mengkonsumsi alkohol.

Oke sobat edp, cukup sekian pembahasan kita tentang Vaksin Hepatitis..semoga kita terhindar dari penyakit ini dengan senantiasa menjaga hati kita dengan pola hidup sehat JJ


Next insyaAllah kita bakal bahas tentang “insomnia” dipostingan selanjutnya J jangan lupa yaJ sampai jumpa di postingan berikutnya J daadaaahh JJ
Read More »

Hepatitis A, B, C, D, E dan Kanker Hati

Assalamu’alaikum wr..wb..
Hy sobat edp, masih semangat dund untuk terus berkunjung ke blog edp JJ
Kali ini edp ingin melanjutkan pembahasan kita tentang “Hepatitis” yaitu jenis penyakit pada hati sebagaimana janji edp pada postingan sebelumnya. Oke sobat mari kita menuju ke pembahasan inti kita
JJ



Á       Hepatitis A

Hepatitis A lebih banyak diderita oleh anak-anak dan orang muda. Sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis A, pada umumnya menular melalui makanan / minuman yang terkontaminasi oleh faeses penderita, bisa juga melalui konsumsi kerang yang terkontaminasi virus. Penyakit ini jarang menjadi kronis. Gejala yang timbul ringan dan tidak selalu timbul fase kuning atau ikterik.

“Para mahasiswa dan pelajar biasanya mencari makan di tempat yang paling mudah dan murah tetapi mengabaikan kebersihan makanan,padahal virus hepatitis  A menyebar melalui makanan yang di konsumsi.”

Á       Hepatitis B


Tabel Status Hepatitis B

Hepatitits B merupakan bentuk Hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis Hepatitits lainnya. Gejalanya mirip hepatitis A, mirip flu, hilangnya nafsu makan,  mual, muntah serta demam. Penularannya melalui transfuse darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, alat tato, hubungan seksual, air liur, faeses, juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya.

Hepatitis virus yang akan dapat sembuh dengan sendirinya, namun sejumlah besar penderita hepatitis B akan menjadi kronis.
Semakin muda usia terinfeksi virus hepatitis B semakin besar kemungkinan menjadi kronis. Hepatitis kronis akan kan meningkatkan resiko terjadinya sirosis dan hepatoma (kanker hati) di kemudian hari.

“Data kesehatan Organisasi Dunia (WHO) menyebutkan ada 350 juta orang di dunia yang merupakan pembawa (carriers) hepatitis B. Mereka beresiko menderita sirosis maupun kanker hati. Virus hepatitis B merupakan penyebab kanker pada manusia yang telah diakui,  disamping tembakau. Indonesia, menurut data WHO, merupakan daerah endemik sedang hingga tinggi, dengan prevalensi HBsAg positif 3-17 persen.”

Á       Hepatitis C

Dari semua hepatitis, virus hepatitis C dianggap yang palingberbahaya dibandingkan dengan virus hepatitis lainnya. Pada hepatitis C sebagian besar penderitanya berlanjut menjadi hepatitis kronis. Seperti halnya hepatitis B kronis, hepatitis C yang kronis juga akan berkembang menjadi sirosis hati dan dapat berpotensi menjadi hepatoma.

Sebagian besar penderita hepatitis C tidak menunjukkan gejala. Seperti halnya hepatitis B, penularan hepatitis C umumnya terjadi melalui transfusi darah selain itu mungkin juga melalui hubungan seksual, penggunaan sikat gigi secara bersamaan, dan dari ibu pengidap hepatitis C kepada bayinya.

“Hepatitis C adalah penyakit serius yang menyerang kira-kira tujuh juta penduduk Indonesia dan 90% penderita tidak sadar bahwa mereka terinfeksi. Ribuan infeksi baru diperkirakan muncul di Indonesia setiap tahun. Menurut data WHO, 3% penduduk dunia / 170 juta orang di dunia terinfeksi virus ini”

Á       Hepatitis D

Virus hepatitis D hanya dapat ditemukan pada penderita hepatitis B, karena virus ini hidupnya memerlukan virus pembantu, yaitu virus hepatitis B.

“Virus hepatitis D (VHD) ditemukan pertama kali oleh Rizetto & kawan-kawan pada tahun 1977 di Turin, Italia. Di Indonesia sampai saat ini belum ditemukan kasus hepatitis D.”

Á       Hepatitis E

Tipe penularannya sama dengan virus hepatitis A yaitu melalui makanan & minuman yang terkontaminasi oleh faeses. Infeksi virus hepatitis E terutama terjadi di daerah yang tingkat kesehatan & sanitasinya buruk, dan lebih banyak diderita oleh anak-anak & wanita hamil.

“Tanda-tanda orang yang terkena hepatitis E ini mengalami. Gejala-gejala lebih sering dimiliki orang dewasa dari pada anak-anak. Jika ada, gejala biasanya muncul secara tiba-tiba, seperti demam, rasa letih, hilang nafsu makan, rasa mual, sakit perut, air seni berwarna tua, warna kekuningan pada mata & kulit. Penyakit hepatitis E terjadi lebih parah pada wanita hamil, terutama pada 3 bulan terakhir masa kehamilan. Masa inkubasi hepatitis E rata-rata 40 hari (rentang: 15-60 hari)

Á       Kanker Hati

Merupakan kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi Hepatitis B / Hepatitis C. Artinya pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi hepatitis B dan C. biasanya diperlukan waktu 17 sampai 20 tahun seseorang yang menderita hepatitis C untuk berkembang menjadi sirosis hati / kanker hati.

“Data WHO menunjukkan, kanker hati adalah jenis kanker tersering nomor enam di dunia dan penyebab kematian urutan ketiga tersebar. Pasien kanker hati biasanya pada umumnya tidak memiliki angka harapan hidup lebih dari dua tahun setelah didiagnosis mengidap penyakit ini. Pada 2005, kanker telah membunuh lebih dari 206 ribu jiwa orang Indonesia, di mana 12,5% di antaranya pengidap kanker hati.”

Mengantisipasi Serangan Hepatitis

Untuk mengantisipasi kemungkinan tertular virus hepatitis adalah melalui pemeriksaan darah. Tidak semua yang positif Hepatitis perlu ditakuti, karena melalui hasil pemeriksaan darah, dapat terungkap apakah seseorang pernah menderita hepatitis dan sekarang sudah kebal / bahkan virusnya sudah tidak ada.

Sebaiknya terhadap darah-darah yang diterima dari pendonor dilakukan pemeriksaan terlebih dulu terhadap kemungkinan kondisi darah yang diterima tidak terinfeksi reaktif Hepatitis / bahkan HIV/AIDS. Sangat disarankan juga bagi pasangannya agar tidak saling menularkan penyakit ini.

Waspada Hepatitis

Pencegahan yang paling efektif terhadap hepatitis B adalah melalui vaksinasi. Secara rinci tentang pelaksaan vaksinasi hepatitis B dapat dikonsultasikan dengan Dokter / penasehat medis anda.

Beberapa jenis tumbuhan dipercaya dapat mencegah & membantu pengobatan Hepatitis, antara lain; temulawak (curcuma xanthorrhiza),  kunyit (curcuma longa), sambiloto (andrographis), meniran (phyllanthus urinaria), daun serut / mirten, jamur kayu/ lingzhi (ganoderma lucidum), akar alang-alang (imperata cylllindrica), rumpur mutiara (hedyotis corymbosa), pegagan (centella asiatica), jombang (taraxacum officinale). Tetumbuhan ini dipercaya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat anti radang dan dapat meningkatkan produksi empedu hati. Mari jaga kesehatan hati kita dari sekarang!

Oke sobat edp, sekian dulu ya pembahasan tentang Hepatitis A, B, C, D, E dan Kanker Hati ..

Next kita bakal bahas tentang mengenal vaksin hepatitis J tunggu postingan selanjutnya ya J sampai jumpa di postingan berikutnya J bye bye J
Read More »

Sayangi Hatimu..Hindari Hepatitis!!



Assalamu’alaikum wr..wb..
Hy sobat edp, smoga sehat slalu ya untuk terus berkunjung ke blog edp J aamiin J
Kali ini edp ingin berbagi “Hepatitis” yang berhubungan dengan “Hati” kita, salah satu organ terpenting dalam tubuh kita tentunya. Oke sobat mari kita menuju ke pembahasan inti pada kali ini
J

Hati kita memiliki ±500 fungsi vital untuk keberlangsungan proses metabolisme, mustahil seorang manusia dapat bertahan tanpa keberadaan organ ini. Umumnya kita memiliki sedikit pemahaman tentang fungsi hati yang sedemikian rumit dan bekerja tiada henti. Sebelum lahir, organ hati berperan sebagai organ utama dalam pembentukan darah. Saat tumbuh menjadi manusia dewasa, fungsi hati adalah menyaring dan menawar racun dari segala sesuatu yang dimakan, dihirup dan diserap melalui kulit. Hati menjadi pembangkit tenaga kimia internal, mengubah zat gizi makanan menjadi otot, energi, hormone, faktor pembekuan darah dan kekebalan tubuh. Bayangkan betapa pentingnya organ hati bagi tubuh kita.



Hati juga menyimpan beberapa vitamin, mineral (termasuk zat besi), gula, mengatur penyimpanan lemak dan mengontrol produksi serta ekskresi kolesterol. Empedu yang dihasilkan oleh sel hati membantu mencerna makanan dengan menyerap gizi penting. Juga menetralkan dan menghancurkan zat-zat beracun serta metabolism alcohol, membantu menghambat infeksi dan mengeluarkan bakteri dari aliran darah. Jelas, hati bukan hanya teman yang pendiam tetapi juga sahabat yang baik.

Baiklah untuk kali ini kita akan membahas tentang “Hepatitis” ..
Hepatitis, inilah sebenarnya yang sering disebut oleh orang awam dengan “lever”atau sakit kuning. Penyakit inilah yang menyerang hati berupa peradangan pada jaringan organ hati. Sebenarnya kata “lever” berasal dari bahasa Belanda yang berarti organ hati. Namun asumsi yang berkembang dalam masyarakat mendefinisikan lever adalah penyakit radang hati. Sedangkan istilah sakit kuning sebenarnya dapat menimbulkan keracunan, karena tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati, tetapi juga karena ada peradangan pada kantung empedu. Biasanya hal ini terjadi secara diam-diam alias sulit terdeteksi. Dan sungguh disayangkan lever tidak memberikan gejala maupun tanda yang spesifik jika terjadi gangguan, kecuali jika terjadinya telah cukup parah.

Hepatitis dapat berlangsung singkat (acute) kemudian sembuh total. Namun dapat pula berkembang menjadi masalah menahun (chronic). Tingkat keparahan hepatitis bervariasi , mulai dari kondisi yang dapat sembuh sendiri secara total, kondisi yang mengancam jiwa, menjadi penyakit menahun hingga gagal fungsi hati.

Oke, selanjutnya apa sich penyebab dari “Hepatititis” itu ?
Penyebab hepatitis bermacam-macam, secara umum penyebab hepatitis terbagi atas infeksi dan bukan infeksi. Perdangan hati yang yang disebabkan oleh infeksi berasal dari berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa. Disamping itu juga dapat disebabkan oleh keracunan obat dan paparan berbagai macam zat kimia yang menjadi penyebabnya, diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Karbon yang digunakan pada kulkas dan alat pemadam api (tetrachloride)
2.      Zat kimia yang terkandung dalam obat gangguan jiwa (chlorpromazine)
3.      Zat yang digunakan untuk menghasilkan efek pendingin pada AC (chloroform)
4.      Zat yang terkandung dalam racun hama, tanaman dan serangga (Arsenic)
5.      Zat yang terkandung pada pupuk (fosfor)
6.      Zat-zat lain yang digunakan sebagai obat dalam industry modern.

Zat-zat tersebut mungkin saja tertelan, terhirup atau diserap melalui kulit penderita. Menetralkan suatu racun yang berdar dalam darah adalah pekerjaan hati. Jika banyak sekali zat kimia beracun yang masuk ke dalam tubuh, hati bisa saja rusak sehingga tidak dapat lagi menetralkan racun-racun lain. Konsumsi alcohol secara berlebihan pun dapat menyebabkan penimbunan perlemakan hati.begitu juga dengan kondisi obesitas atau kelebihan berat badan.

Selanjutnya gejala hepatitis yang disebabkan oleh virus.
Hepatitis yang disebakan oleh virus mempunyai gejala-gejala sebagai berikut :
*      Tingkat awal merasa lelah, tidak nafsu mkan, sakit kepala, pegal-pegal diseluruh badan, lemah, mual dan kadang disertai muntah dan selanjutnya demam.
*      Fase kuning (ikterik), ditandai dengan urine berwarna kuning kehitaman  seperti air the dan faeses berwarna hitam kemerahan. Bagian putih dari bola mata, langit-langit mulut dan kulit berwarna kekuning-kuningan. Fase ini berlangsung ±2-3 minggu.
*      Fase penyembuhan, ditandai dengan berkurangnya gejala dan warna kuning menghilang. Umumnya penyembuhan sempurna memerlukan waktu ±6 bulan.
Namun tidak semua penderita menunjukkan gejala seperti yang di atas, ada juga yang tidak menunjukkan warna kuning. Selain melihat gejala klinis diperlukan juga pemeriksaan laboratorium seperti SGOT, SGPT, Bilirubin dan asam empedu. Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kemabali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik. Hepatitis virus dapat menjadi kronis dan bisa berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati.


Oke sobat edp, sekian dulu ya pembahasan tentang hepatitis nya yaaa esok kita lanjut lagi ok J tunggu aja postingan selanjutnya J sampai jumpa di postingan berikutnya J bye J
Read More »